Sabtu, 01 Juni 2013

Cerita Menyentuh | Arti Memberi | Kisah Ayam & Sapi

Ada orang kaya yg baru saja mati sedang antri masuk neraka. Sambil nongkrong, ia ngobrol2 sama Malaikat penjaga gerbang neraka. “Wahai malaikat, kenapa sih orang2 pada ngatain gua pelit, bahkan gua dibilanq kikir segala sampe musti masuk neraka. apa nggak salah tuh TUHAN nyemplungin gua kesini? bukankah menjelang kematianku, aku sudah membagi warisanku untuk yayasan sosial, rumah2 ibadah & panti2 asuhan?

Malaikat penjaga neraka cuman senyum2 geli & menjawab “Gini aja deh, kalo kamu penasaran, gua mau kasih cerita dikit tentang Ayam & Sapi.” Sapi binatang yang begitu populer, sementara ayam begitu dengki dengannya. Suatu hari ayam tak tahan lagi & ngomel2 ke­ sapi. Heh sapi, orang bicara tentang kamu begitu manis tentang kelembutanmu & matamu yang begitu memancarkan penderitaan.” kata ayam pada sapi dengan dongkol. “orang mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim & susu. Bagaimana dengan aku, hah? Aku memberi daging ayam, aku memberi bulu2ku buat kemoceng, bahkan mereka memasak & membuat sup dengan kakiku untuk kaldu? Tapi kenapa justru kamu yg disanjung2? Kenapa?”
Sapi dg tenang menjawab.”Hmmm, Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.”

Dieennkkkkk !!! mendengar cerita itu, si-kaya pun menyesal sekali.
Semasa kecil, saya sering ingin tahu bagaimana cara jadi orang kaya. Setelah saya dewasa & bertemu serta belajar dari para pebisnis yg berhasil, maka saya mengamati bahwa hampir semua orang kaya yang menikmati & mensyukuri hidupnya selalu melakukan satu hal sepele yg ternyata amat penting. Dlm Islam, Kristen, Buddha, dsb, satu hal penting itu disebut Zakat, Infaq, Perpuluhan, Persembahan Syukur, dll, dsb. Namanya macam2. Namun inti dari semuanya rtu adalah sama, yaitu : Memberi !!!
Tahukah anda bahwa perusahaan pasta gigi Colgate-Amerika, mendonasi 90% penghasilannya untuk amal?Tahukah anda pengusaha2 papan atas yg sangat berhasil rata2 rnenyisihkan uangnya utk sosial, yatim piatu, rumah2 ibadah, dsb.

Saya percaya bahwa “Memberi” itu akan mendatangkan Berkah berlipat ganda. Masalahnya hanyalah, kapan anda memberikannya? seperti sapi atau ayam? semasa hidup atau sesudah semua terlambat karena didahului maut & anda menyesalinya di gerbang neraka?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar di bawah ini dengan sopan dan menjaga SARA, menerima saran maupun kritikan, terima kasih atas komentar dan kunjungannya

Follow by Email